Cara Mengatasi Konflik

Elok Isnaini,S.Pd

Konflik bisa dialami siapa saja, baik itu oleh orang dewasa, remaja, maupun anak-anak. Pada remaja dan anak-anak konflik sering terjadi karena secara emosi bisa dibilang belum stabil tak terkecuali anak seusia SMP. Peran BK menjadi sangat diperlukan dalam menangani masalah ini. Sayangnya para siswa masih belum terbiasa untuk datang ke ruang BK atas inisiatif sendiri. Pada umumnya mereka datang ke ruang BK karena bermasalah atau dipanggil.

Sebenarnya fungsi dan peran BK tidak hanya menangani siswa yang melakukan pelanggaran saja, tetapi juga menyelesaikan konflik yang dialami seluruh siswanya. Konflik yang dimaksud bisa konflik antar teman, konflik anak dan orang tua, siswa dan guru, atau konflik-konflik lainya yang berimbas pada proses belajar siswa. Bantuan dari BK sangat diperlukan agar siswa yang mengalami konflik ini bisa segera menyelesaikan gangguan psikisnya sehingga bisa belajar dengan normal dan konsentrasi kembali.

Diperlukan waktu untuk bisa mengajak siswa mau datang ke ruang BK dengan kemauan sendiri, tapi bagi pribadi yang kuat, konflik bisa diselesaikan sendiri. Berikut ini beberapa kiat untuk mengatasi konflik yang dialami oleh individu.

Tetap percaya kepada orang yang bermasalah dengan kita. Selalu menyadari, bhwa hubungan persahabatan atau persaudaraan tidak selalu berjalan denga mulus.

Karena itu kita harus tetap percaya kalau masing-masing pihak bisa saling menjaga hubungan yang harmonis.

Bicara dari hati ke hati. Ketika sedang mengalami konflik dengan seseorang, usahakan untuk membicarakannya dengan baik dari hati ke hati. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh teman kita itu.

Curhat yang benar. Melakukan curhat harus dilakukan dengan hati-hati. Karena kalau dilakukan dalam suasana yang tidak tepat, malah akan menjadi boomerang.

Cari tempat yang enak. Untuk menyelesaikan pertentangan yang sedang dialami, sebaiknya dibicarakan dalam lingkungan yang kondusif/suasana mendukung ketika membicarakannya.

Kenang hal-hal yang lucu yang pernah dialami dengan teman tersebut. Beri maaf. Dengan memberi maaf kepada teman yang sedang bermasalah dengan kita akan dapat mengatasi masalah dan kita akan saling memaafkan.

Introspeksi denga cara tidak langsung menyalahkan teman tersebut, siapa tahu kita sendiri yang yang bermasalah dan menjadi penyebab konflik tersebut. Jalin komunikasi karena dengan berkomunikasi yang baik akan dapat saling mengerti keinginan masing-masing.

Bertengkar denga teman atau siapapun adalah hal yang wajar, tetapi yang penting adalah bagaimana kita dapat menyelesaikanya dengan baik.

About these ads

3 Tanggapan

  1. ae……
    tulisan u keren bikin rang yang baca semangat praktikin secara konkren tulisan u.Klo boleh tau,dasar penulisan yang dorong u bw nulis tentang cara ngatasin konflik pa??
    lam knal……..ea.see you…nekt time

  2. tulisan kamu mengena banget terlalu dalam sampai-sampai Q meresapi banget tapi alangkah sempurnanya jika ada reperensinya dan lebih ditekankan keintinya saja tentang cara mengatasinya ………he…eeee

  3. makasi tas referensinya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: